Senin, 16 Mei 2011

macam-macam mad


A. Hukum mad
1. Pengertian mad
a. Menurut bahasa adalah tambahan
b. Menurut istilah adalah memanjangkan suara bacaan pada huruf mad
Huruf mad itu ada tiga yaitu
a. ا ( alif sukun ) yang huruf sebelumnya berharkat dhommah. Contoh: قاَلَ
b. و ( wau sukun )yang huruf sebelumnya berharkat fat-hah. Contoh: يُقُوْلُ
c. ي ( ya’ sukun ) yang huruf sebelumnya berharkat kasroh. Contoh : قِيْلَ
2. Macam-macam mad
a. مد أصلي (mad asli), panjang bacaannya satu alif ( 2 harkat)
· مَد ْطَبِيْعِي (mad Tab’i) yaitu mad yang tidak dipengaruhi hamzah atau sukun, tetapi di dalamnya ada salah satu huruf mad.
contoh:
يَدْ خُلُوْنَ – إِيَّاكَ – فِيْ جِيْدِهَا
· مَدْ بَدَلْ ( mad Badal) artinya mad penggant, maksudnya apabila terdapat hamzah yang bertemu dengan mad.
Contoh : أُوْتِيَ- أَدَمَ – إِيْمَانَ – إِيْتُوْنِيْ
· مَدْعِوَضْ (mad ‘iwad) yaitu berhenti pada huruf yang bertanwin Fat-hah.
Contoh : عَلِيْما حَكِيْمًا – غَفُوْرًا رَحِيْمًا – لَيْسُوْا سَوَاءً – جُزْءًا
· مَدْ تَمْكِيْنٍ (mad Tamkin) yaitu apabila terdapat ya’ bertasydid bertemu dengan ya’ sukun.
Contoh : وَإِذََاحُيِّيِتُمْ فِي اْلأَمِيِّيْن
· مَدْصِلَةِ قَصِيْرَة yaitu apabila terdapat ha’ dhamir (bunyi hu atau hi ) bertemu dengan selain hamzah .
Contoh : وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَالْحَطَبْ لآتَأْخُذُهُ سِنَةُوَلآنَوْمٌ
Contoh : وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَالْحَطَبْ لآتَأْخُذُهُ سِنَةُوَلآنَوْمٌ
b. مَد ْفَرْعِيْ ( mad Far’i)
Bacaan panjang pada mad far`i ini ada karena bertemu dengan hamzah, bertemu dengan sukun atau tasydid,bertemu dengan waqaf.
Pembagian mad far’i :
1). Mad Far’i yang bertemu dengan Hamzah ada 3:
Ø مَدْوَاجِبْ مُتَّصِلْ ( mad wajib Muttashil)
Yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat,panjang harokat ketika washal harokat, sedangkan dalam keadaan wakaf boleh di baca 4,5 dan 6 harokat.
Contoh : جَآءَنَصْرُاللهِ مَنْ يَعْمَلْ سُوْآء
Ø مَدْجَائِزْمُنْفَصِلْ (mad Jaiz Munfasil)
Yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam kalimat terpisah panjangnya 4,5 harkat.
Contoh: أُمِرُوْا إِلاَّ ِليَعْبُدُوا الله فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمِ
Ø مَدْصِلَةِطَوِيْلَةِ (mad shilah Thawilah)
Yaitu apabila terdapat ha`Dhamir bertemu dengan hamzah dalam kalimat yang terpisah, panjangnya 4-5 harokat.
Contoh : أُمِرُ اِلاَّلِيَعْبُدُوْاالله فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ
2). Mad Far`i yang bertemu dengan sukun dan tasydid ada 5 macam:
Ø مَدْفًرْقِ (mad farqi)
Yaitu mad badal sesudahnya berupa huruf yang bertasydid, panjangnya 6 harokat . Mad ini hanya terdapat pada 2 kalimat dan terdapat di dalam 3 surat yakni:
ü surat al-an`am ayat 143-144
ü yunus ayat 59
ü an – naml ayat 59
lafaznya adalah: قُُلءآلذَّكَرِيْنَ ءَالله خَيْرٌ
Ø مَدْلاَزِمْ كِلْمِي مُثَقَل (mad lazim kilmi Mutsaqal)
Yaitu apabila huruf atau bacaan mad sesudahnya berupa huruf yang bertasydid,panjangnya 6 harokat.
Contoh: مِنْ دَآبَّة - حَآجُّ - أَتَحَآجُّوْآنِيْ
Ø مَدْ لاَذِمْ كِلْمِيْ مُخَفَّفْ ( mad lazim kilmi mukhffaf)
Yaitu Mad Badal sesudahnya terdapat huruf sukun, panjangnya 6 harokat dan mad ini hanya terdapat pada surat Yunus ayat 51 dan 91.
Contoh : ءالآأن
Ø مَدْ لاَذِمْ حَرْفِيْ مُثَقَّلْ ( mad lazim harfi mutsaqal)
Mad yang terjadi pada huruf Muqoth-tho`ah yang terdapat disebahagiaan dibeberapa awal surat ( Fawatihussuwar ),hurufnya adalah
نَقَصَ عَسَلُكُمْ ( ن – ق - ص – ع – س- ل – ك – م ) Cara membaca huruf tersebut sesuai dengan nama hurufnya , dibaca panjang 6 harokat dan didghamkan.
Contoh : آلم : أََلِف لاَمْ مِيْمْ طسم : طَا سِيْنْ مِيْم
Ø مَدْ لاَذِمْ حَرْفِيْ مُخَفَّفْ ( mad lazim harfi Mukhaffaf)
Mad yang terjadi pada huruf Muqoth-tho`ah yang terdapat disebahagiaan dibeberapa awal surat ( Fawatihussuwar ),hurufnya adalah
نَقَصَ عَسَلُكُمْ ( ن – ق - ص – ع – س- ل – ك – م )
Cara membaca huruf tersebut sesuai dengan hurufnya ,dibaca panjang 6 haokat , tetapi tanpa di Idghamkan.
Contoh : ق : قَافْ - ن : نُوْنْ ص : صَادْ عسق : عَيْنْ سِيْنْ قَافْ
Selain huruf-huruf di atas seperti ح ي ط هى ر atau dirangkai dengan kata حَيُّ طَهُر dibaca mad tabi’i sepanjang dua haroka.
contoh : طه يس حم ا لر
3). Mad Far’i karena wakaf ada 2 macam :
Ø مَدْ عَاِرضْ لِلسُّكُوْن ( mad ‘aridh lissukun)
Yaitu apabila mad tabi’i jatuh sebelum huruf yang diwaqafkan. Panjangnya boleh 2,4,6 harokat.
contoh : اَلْحَمْدُلله رَبِ ْالعَا لَمِيْنَ – إِنْ كُنْتُمْ مُوْء مِنِيْنَ
Ø مَدْ لِيْنٍ ( Mad laian)
Yaitu apabila berhenti pada suatu huruf sebelumnya berupa wau sukun ,ya’ sukun yang didahului oleh huruf berharkat fathah. Panjangnya boleh 2,4-6 harokat.
Contoh : خَوْف – الصَيْف
B. WAQAF
1. Pengertian waqaf
Waqaf adalah berhent disuatu kata ketika membaca al-Quran, baik diakhir ayat maupun ditengah ayat dan disertai nafas.untuk mengetahui tempat-tempat berhenti yang tepat diperlukan pemahaman terhadap ayat-ayat yang dibaca , sehingga setiap pemberhentian memilki kesan arti yang sempurna.
2. Hukum waqaf dalam membaca al-Quran.
Mengikuti tanda-tanda waqaf yang ada dalam al-Quran, kedudukannya tidak dihukum wajib syar’i bagi yang melanggarnya, sebagai mana perkataan Imam Jazari:
“didalam al-Quran tidak ada waqaf yang dihukum wajib syar’i, juga tidak ada yang berhukum haram syar’i, kecuali karena satu sebab.”seperti waqaf yang dapat merobah arti(Qs.Ali-Imran :181).
لَقَدْسَمِعَ الله قَوْلَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّ الله فَقِيْرٌ...
Artinya:
“sesungguhnya Allah telah mendengarkan perkataan orang yang mengatakan sesungguhnya Allah faqir’...”
berhenti pada kata faqir berarti sebuah pernyataan yang salah. Maka haram baginya bila dilakukan dengan sengaja.
Seharusnya berhenti pada kata: وَنَحْنُ أَغْنِيَاء
Secara garis besar ada 4 hukum bacaan waqaf:
Ø Waqaf taam ( ( الو قف التام, adalah berhenti pada kalimat yang sudah sempurna lafaz dan artinya.
Ø Waqaf kaafi ( الو قف الكافى ), adalah berhenti pada kalimat yang sudah sempurna lafaz dan artinya, tetapi maknanya masih berhubungan dengan kalimat berikutnya.
Ø Waqaf hasan (( الو قف الحسن , adalah berhenti pada suatu lafaz yang sempurna, tetapi lafaz itu masih berhubungan dengan lafaz berikutnya.
Ø Waqaf qabih ( الو قف القبح ) , berhenti pada suatu kalimat yang belum sempurna lafaz maupun artinya, sehingga berubah maksud ayat tersebut. Waqaf ini harus dihindarkan.
3. Tanda-tanda waqaf
No.
Tanda waqaf
Keterangan
1.
م
Waqaf Lazim yaitu tanda waqaf yang menunjukkan penekanan untuk berhenti
2.
لا
Waqaf Mamnu’ yaitu tanda waqaf yang menunjukkan dilarang berhenti secara total, jika sekedar mengambil nafas tidak apa.
3.
صلى
Waqaf Jaiz yaitu waqaf boleh berhenti,namun meneruskan bacaan lebih utama.
4.
ج
Waqaf jaiz yaitu waqaf yang menunjukkan waqaf atau washal kedua-duanya boleh dilakukan.
5.
قلى
Waqaf jaiz yaitu waqaf yang menunjukkan lebih bagus berhenti walau nafas masih kuat.
6.
v
Waqaf Mu’anaqah yaitu tanda waqaf agar berhenti pada salah satu kata.
7.
ط
Waqaf mutlaq yaitu boleh berhenti dan boleh terus,
namunlebih bagus berhenti.
8.
قف
Waqaf mustahab yaitu anjuran untuk berhenti
9.
ز
Waqaf mujawwaz yaitu, boleh berhenti tetapi meneruskan lebih utama
10.
ص
Waqaf murakhas yaitu, boleh berhenti tetapi meneruskan lebih utama
11.
ق
Qila ‘alaiha waqfun yaitu boleh waqaf, namun washal lebih bagus.

0 komentar:

Poskan Komentar